Minggu, 06 April 2014

Open Knowledge dari World Bank

Allhamdulilah Kita Mendapat Izin dari World Bank Publications untuk menyebarkan publikasi ilmiahnya:


Browse the OKR

Collections


Authors

Dates

Topics

Titles

The World Bank supports the free online communication and exchange of knowledge as the most effective way of ensuring that the fruits of research, economic and sector work, and development practice are made widely available, read, and built upon. It is therefore committed to open access, which, for authors, enables the widest possible dissemination of their findings and, for researchers, readers, and users, increases their ability to discover pertinent information.

Semangat Belajar Sahabat Semua

Salam: Arip Nurahman

Sumber: World Bank Publication Open Knowledge Repository

Selasa, 01 April 2014

Kuliah Umum: Nobel Minds 2013

The Year of 2013 Nobel Laureates in the fields of Physics, Chemistry, Medicine and Economics speak in the same building in Stockholm where they have received their awards. The Laureates talk about the discoveries for which they've been honored, how they can be applied in a practical way, and how they reached this summit of academic achievement.



Sumber: Nobel.Org

Sabtu, 22 Maret 2014

Kuliah Umum: Belajar Ketika Muda

Jacob Barnett (born Indianapolis, May 26, 1998) is a mathematician and astrophysicist who, while still a teenager, has become an orator of Physics classes at Indiana University.



Barnett was diagnosed with moderate to severe autism when he was 2 years old and was educated and taught privately by his parents. 

His mother wrote a book about this educational journey. He was just 12 years old when he was enrolled into college at the Indiana University Purdue University Indianapolis, skipping 7 grades, having learned the majority of his school's math syllabus within two weeks. 

At the age of 15 he became a PSI-student at the Perimeter Institute for Theoretical Physics in Waterloo, Ontario, Canada and is expected to receive a PhD in late 2014.

Minggu, 16 Maret 2014

Kuliah Umum: Isaac Newton The Last Magician

Isaac Newton




Sir Isaac Newton PRS MP (/ˈnjuːtən/; 25 December 1642 – 20 March 1727) was an English physicist andmathematician who is widely regarded as one of the most influential scientists of all time and as a key figure in the scientific revolution. 

His book Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica ("Mathematical Principles of Natural Philosophy"), first published in 1687, laid the foundations for most of classical mechanics. 

Newton also made seminal contributions to optics and shares credit with Gottfried Leibniz for the invention of the infinitesimal calculus. 

Newton's Principia formulated the laws of motion and universal gravitation that dominated scientists' view of the physical universe for the next three centuries. It also demonstrated that the motion of objects on the Earth and that of celestial bodies could be described by the same principles. 

By deriving Kepler's laws of planetary motionfrom his mathematical description of gravity, Newton removed the last doubts about the validity of the heliocentricmodel of the cosmos. Newton built the first practical reflecting telescope and developed a theory of colour based on the observation that a prism decomposes white light into the many colours of the visible spectrum. 

He also formulated an empirical law of cooling and studied the speed of sound. In addition to his work on the calculus, as a mathematician Newton contributed to the study of power series, generalised the binomial theorem to non-integer exponents, and developed Newton's method for approximating the roots of a function. 

Newton was a fellow of Trinity College and the second Lucasian Professor of Mathematics at the University of Cambridge. He was a devout but unorthodox Christian and, unusual for a member of the Cambridge faculty, he refused to take holy orders in the Church of England, perhaps because he privately rejected the doctrine of the Trinity. 

In addition to his work on the mathematical sciences, Newton also dedicated much of his time to the study of alchemy and biblical chronology, but most of his work in those areas remained unpublished until long after his death. In his later life, Newton became president of the Royal Society. He also served the British government as Warden and Master of the Royal Mint.

Minggu, 26 Januari 2014

Sumber Belajar Lingkungan dari MIT

Salam sahabat semua, akhir-akhir ini masalah lingkungan menjadi fokus perhatian kita, bagi sahabat yang ingin belajar mengenai IPTEK lingkungan silahkan ada beberapa sumber ajarnya di sini dapat diunduh, semoga bermanfaat dan tetap semangat.



Environment Courses:

Air
Biological Organisms
Communities and the Built Environment
Culture and Society
Energy
Governance
Health and Nutrition
Markets
Material Goods and Waste
Mobility
Soil
Systems Perspectives and Analysis
Water

Kunjungi: http://ocw.mit.edu/courses/environment-courses/

Semoga dapat dimanfaatkan

Ayooo Rakyat Indonesia Selamatkan Alam dan Lingkungan Kita!
Foto Oleh: Arip Nurahman di Hutan Kolot, Desa Bangunharja, Cisaga-Ciamis, Jawa Barat. Indonesia

Minggu, 19 Januari 2014

Belajar Ke Negeri Singa

Keberhasilan Negeri Singa Membangun Wilayahnya hingga terhindar dari musibah banjir dan menjadi kota terbersih di dunia.

Megastructures: Master Plan for Marina Bay Singapore

“If I were in authority in Singapore indefinitely without having to ask those who are governed whether they like what is being done, then I would not have the slightest doubt that I could govern much more effectively in their interests.”
*Lee Kuan Yew, Father of Singapore, 1962* 

Bayangkan, sebuah negara kecil yang waktu itu [1965] hanya berpenduduk ± 2 juta jiwa bermimpi untuk menjadi negara besar yang keberadaannya diakui dunia. Bahkan, Prof. Kishrore Mahbubani [Former Singaporean diplomat. He is currently Professor in the Practice of Public Policy and Dean of the Lee Kuan Yew School of Public Policy at the National University of Singapore.] pernah menuliskan dalam salah satu artikelnya bahwa:

“Ketika Singapura merdeka, para pemimpin di sana justru menangis, bukannya bergembira.” Ya, ini akibat saking besarnya harapan mereka untuk menjadi negara mandiri di tengah kondisi yang sangat sulit. 

Kenyataannya, Singapura sekarang bisa menjadi salah satu Macan Asia, mengalahkan negara kita yang luas daerah dan jumlah penduduknya berkali-kali lipat lebih banyak dari negara tersebut.




Mari kita kenali pertumbuhan Negeri Singapura yang Dahsyat

Cerita dari perkembangan negara Singapura adalah salah satu kisah sukses paling inspiratif tentang mengubah kegagalan menjadi batu loncatan, seperti yang pernah tertulis dalam buku John Maxwell, berjudul Failing Forward. 

Mengapa Failing Forward?

Sebab, Singapura mengalami perjuangan yang sangat berat ketika baru mencoba merdeka. Mereka mengalami kegagalan dan keterpurukan, namun akhirnya bisa bangkit kembali.

Negara ini memang bukanlah negara yang sempurna. Negara kita Indonesia juga tidak selalu kalah dengan Singapura. Namun, kisah suksesnya dalam “mengubah kegagalan menjadi batu loncatan” pantas kita tiru dan terapkan, baik sebagai individu atau sebagai negara. 

Singapura yang dalam serba kekurangan saja bisa menjadi kisah sukses yang banyak dibicarakan dari Asia Tenggara. Ini sama halnya seperti kita, yang walaupun kondisi kita serba kekurangan, harus bisa melihat kelebihan di balik kekurangan tersebut, dan mengubahnya menjadi sebuah batu loncatan.

First World Economy, World Class Home

Pendidikan di Singapura semakin lama semakin berkembang pesat. Kurikulum yang diterapkan mencakup matematika, bahasa Inggris, berbagai pengetahuan ekonomi, teknologi informasi dan sosial budaya, kemanusiaan serta pendidikan moral.

Pendidikan moral menjadi fokus penting dalam rangka membentuk masyarakat Singapura yang berbudaya tinggi dalam hal etika, disipilin dan perilaku sosial sehari-hari. Pendidikan dimaksudkan pula untuk mengembangkan kreativitas anak didik khususnya di bidang teknologi informasi.

Visi pendidikan yang dianut adalah ”First World Economy, World Class Home” dengan menekankan pentingnya sisitem pendidikan yang berkualitas tinggi.


Sumber:

http://astrophysicsblogs.blogspot.com/2013/07/resep-rahasia-membangun-marina-bay.html

Jumat, 17 Januari 2014

Sumber Belajar dari Technische Universiteit Delft Belanda

Salam sahabat UR Semua ada sumber belajar dari Technische Universiteit Delft negeri Kincir Angin, kemarin kita sudah mendapat izin dari TU Delft OpenCourseWare untuk menyebarkan sumber belajarnya. 


Sahabat Mau Tahu? 



Ternyata TU Delft ini dibangun oleh Raja William II dari Negeri Belanda sebagai sebuah Royal Academy didirikan pada tanggal 8 January 1842, dengan tujuan utamanya melatih para pegawai negeri sipil untuk "memerintah" Dutch East Indies (Kepulauan Nusantara/Indonesia). 

Kunjungi Sumber Belajarnya:


2. Sumber Belajar untuk para pelajar tingkat sekolah menengah (SMP-SMA): 


Semoga bermanfaat sahabat semua dan mudah-mudahan di masa depan ada ribuan pelajar yang dapat menimba ilmunya di lembaga pendidikan ini, serta Indonesia dapat membangun universitas-universitas hebat.


Semangat Indonesia Hebat

Minggu, 12 Januari 2014

Mengunjungi Museum Geologi Bandung

Hari ini team UR telah mengunjungi Museum Geologi: Museum Geologi didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. 



Sebagai salah satu monumen bersejarah, museum berada di bawah perlindungan pemerintah dan merupakan peninggalan nasional. 

Dalam Museum ini, tersimpan dan dikelola materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral. Kesemuanya itu dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850. 

Foto Oleh: Paling Indonesia

Menanam Pohon Itu Ibadah

Mari Kita Menanam Pohon Sahabat Semua



Gerakan seminggu sekali menanam pohon:

Jika setiap pelajar dan masyarakat kita mampu menanam minimal 30 pohon per tahun dipastikan Indonesia bisa hijau kembali dan bencana banjir, longsor serta erosi dapat dihindari. 

‎Mari‬ kita menanam bersama, Indonesia Bisa!

Senin, 06 Januari 2014

Sumber Belajar dari iversity

Salam sahabat UR semua, kita sudah mendapat izin dari iversity untuk menyebarkan sumber belajarnya di sini, iversity merupakan sebuah konsorsium pendidikan online asal Eropa berkedudukan di Negeri Jerman nun jauh di sana, semoga kita semua dapat mempelajarinya.

Semangat! 





iversity menyediakan 100 lebih kursus free dari berbagai Universitas dan Institusi Pendidikan Top Eropa dalam bahasa Inggris, Jerman, Russia dan Italia. Beberapa Universitas penyedia kursus terbukanya adalah: KU Leuven, Universidad Autonoma de Madrid, the University of Florence, RWTH Aachen University, the University of Hamburg and the Pratt Institute in New York. 

Beberapa Kursus terbuka yang dapat diikuti beragam topik dan bidang studi diantaranya adalah: DNA, Dark Matter, Medicine, Storytelling, Internet Privacy, Web Engineering, Architecture, Math, Statistics, Algorithms, Finance, Political Philosophy, Social Entrepreneurship, Business, Marketing and Agricultural Science. 

Semangat Semoga Bermanfaat ya Sahabat!

Mari kita belajar bersama rakyat Indonesia!

Kita Bisa!